Kembali ke Blog
Parenting 20 Februari 2026

Trik 'Anti Nangis' Hadapi Tes TKA SD: Rahasia Biar Anak Nggak Panik

Trik 'Anti Nangis' Hadapi Tes TKA SD: Rahasia Biar Anak Nggak Panik

Kemarin Sore, Waktu Nemenin Si Kecil Belajar...

Pernah nggak sih, Ayah Bunda tiba-tiba merasa deg-degan sendiri waktu dengar jadwal Tes TKA (Tes Kesiapan Akademik) buat masuk SD sudah keluar? Padahal yang mau ujian si kecil, tapi kok kita yang keringat dingin ya? Kita sudah sibuk cari tahu standar nilai, beli buku latihan tebal-tebal, sampai tanya sana-sini soal materi tesnya. Tapi coba deh perhatikan wajah si kecil. Wajahnya ditekuk, pensil diputar-putar gelisah, dan matanya berkaca-kaca setiap kali kita suruh latihan soal gambar atau hitungan sederhana. Bukannya makin pintar, dia malah makin ogah-ogahan. Nah lho, kalau sudah begini, niat kita mau kasih yang terbaik malah jadi bikin anak trauma sebelum perang dimulai.

Jadi gini, Tes TKA itu sebenarnya bukan ujian kelulusan kayak kuliah. Ini cuma cara sekolah buat melihat apakah 'motorik' dan 'logika' anak sudah siap buat duduk tenang selama 2 jam di kelas nanti. Masalahnya, banyak dari kita yang terjebak menganggap TKA itu tes kecerdasan. Akhirnya? Kita push anak habis-habisan. Padahal, musuh terbesar anak saat tes bukan soal yang susah, tapi rasa takut salah dan takut bikin kita kecewa. Kalau mentalnya sudah jatuh duluan, ilmu yang dia punya bakal langsung terkunci rapat.

anak merasa tertekan saat belajar

Trik 'Hacking' Tes Tanpa Bikin Anak Stres

Otak anak itu kayak lemari baju yang baru ditata. Kalau kita masukin bajunya sambil marah-marah, berantakan semua isinya. Tapi kalau kita santai, dia bakal ingat di mana naruh kaos kakinya. Begitu juga soal TKA. Ada beberapa trik praktis yang bisa Ayah Bunda coba di rumah sekarang juga tanpa perlu drama bentak-bentak.

Pertama, latih 'Kemandirian Instruksi'. Seringkali anak gagal tes bukan karena nggak tahu jawabannya, tapi karena nggak biasa dengerin perintah orang lain selain Ayah Bundanya. Coba deh sesekali minta tolong anggota keluarga lain buat kasih instruksi sederhana ke dia. Biar dia terbiasa mendengar suara 'asing' yang kasih perintah. Ini penting banget biar pas ketemu guru penguji, dia nggak langsung kicep.

Kedua, gunakan teknik 'Bermain Peran'. Jangan bilang "Ayo kita latihan ujian". Ganti bahasanya jadi "Ayo kita main jadi detektif angka". Gunakan alat peraga yang ada di rumah. Mau belajar penjumlahan? Pakai butiran cokelat atau mainan mobil-mobilannya. Saat dia merasa itu permainan, otaknya bakal dalam kondisi Alpha (rileks) dan daya tangkapnya naik drastis. Kalau dia salah jawab? Jangan bilang "Salah!", tapi coba deh bilang "Eh, detektifnya hampir tepat nih, coba cek lagi bannya ada berapa?".

orang tua memberikan dukungan emosional

Fokus pada Logika, Bukan Sekadar Hafalan

Materi TKA biasanya seputar pengenalan warna, bentuk, pola gambar, dan motorik halus. Saran aku sih, jangan suruh dia hafal mati. Ajak dia keliling rumah. Tanya: "Pintu ini bentuknya apa? Kalau jendela digabung sama jendela sebelah, jadi kayak gimana ya?". Melatih logika spasial (ruang) seperti ini jauh lebih nempel daripada ngerjain modul kertas terus-terusan. Ingat, sekolah cari anak yang 'siap belajar', bukan anak yang 'robot penghafal'.

Satu lagi yang krusial: Jam Tidur dan Sarapan. Ini sepele tapi fatal. Anak yang kurang tidur bakal gampang emosional (cranky). Anak yang perutnya kosong bakal susah fokus. Pastikan di hari-H, suasana rumah itu ceria. Putar musik kesukaannya, kasih pelukan paling erat, dan bisikkan: "Ayah Bunda bangga sama kamu, mau hasilnya gimana pun, kita makan es krim ya habis ini!". Kalimat ini adalah 'obat penenang' paling ampuh yang bikin dia percaya diri saat masuk ruang tes.

Tenangkan Hati, Ayah Bunda Tidak Gagal

Jadi, jangan merasa gagal ya kalau si kecil masih suka bingung bedain angka 6 dan 9. Itu proses alami. Yang penting kita dampingi dengan penuh cinta, bukan dengan tekanan. Biar Ayah Bunda nggak pusing cari-cari jenis soal atau simulasi yang pas, coba deh intip fitur simulasi di LatihanOnline.com. Di sana soal-soalnya didesain ramah anak, jadi mereka bisa 'kenalan' sama model tes tanpa merasa sedang diuji. Lumayan banget kan buat bangun rasa percaya diri mereka? Semangat ya Ayah Bunda, ujian ini cuma pintu kecil, dan kita adalah kunci yang membukanya dengan kasih sayang!

Sudah paham materinya?

Yuk uji pemahamanmu sekarang dengan mengerjakan latihan soal yang sesuai.

Latihan Soal Sekolah