Kembali ke Blog
Sekolah 19 Januari 2026

Salah Pilih Jurusan? Jangan Sampai Menyesal Seumur Hidup!

Salah Pilih Jurusan? Jangan Sampai Menyesal Seumur Hidup!

Terjebak di Ruang Kelas yang Terasa Asing

Bayangkan Anda baru saja masuk ke semester tiga. Di saat teman-teman lain tampak bersemangat mendiskusikan teori atau proyek terbaru, Anda justru duduk di bangku paling belakang dengan perasaan kosong. Setiap kali dosen menjelaskan, kata-katanya terdengar seperti bahasa planet yang tidak ingin Anda pahami. Anda mulai sering absen, tugas-tugas menumpuk karena rasanya berat sekali untuk sekadar membuka buku, dan setiap malam Anda bertanya pada diri sendiri: 'Apa yang sebenarnya aku lakukan di sini?'. Ini bukan sekadar rasa malas biasa. Ini adalah jeritan batin dari seseorang yang menyadari bahwa mereka sedang berada di jalur yang salah. Sayangnya, menurut data, hampir 80% mahasiswa di Indonesia merasa salah pilih jurusan. Angka yang mengerikan, bukan? Itu berarti jutaan anak muda sedang membuang waktu, uang, dan energi untuk sesuatu yang tidak mereka cintai hanya karena tekanan atau ketidaktahuan di masa lalu.

Mahasiswa terlihat bingung di perpustakaan

Analogi Sepatu yang Salah Ukuran

Memilih jurusan itu ibarat membeli sepatu untuk perjalanan marathon sejauh empat tahun ke depan. Banyak pelajar yang memilih sepatu hanya karena modelnya bagus (jurusan populer), harganya mahal (biar terlihat bergengsi), atau karena semua temannya pakai sepatu merk yang sama (ikut-ikutan). Namun, saat marathon dimulai, sepatu itu ternyata kesempitan dan bikin kaki lecet. Anda tetap bisa berlari, tentu saja, tapi setiap langkahnya adalah penderitaan. Di titik ini, biasanya kita mulai melirik orang lain yang berlari dengan entengnya karena sepatu mereka pas di kaki. Kuliah di jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan bakat itu menyiksa secara mental. Kita dipaksa menjadi orang lain setiap harinya. Padahal, karir yang cemerlang biasanya lahir dari rasa penasaran yang tak habis-habis, bukan dari keterpaksaan yang dipupuk selama bertahun-tahun.

Jebakan Gengsi dan Bisikan Tetangga

Kenapa sih banyak orang bisa salah pilih? Seringkali musuhnya adalah gengsi keluarga. 'Pilih Kedokteran ya biar jadi orang sukses' atau 'Masuk Hukum saja biar bisa jadi pejabat'. Kita sering mendengarkan suara orang lain lebih keras daripada suara hati kita sendiri. Di LatihanOnline, kami sering bertemu anak muda yang sebenarnya sangat berbakat di bidang seni atau desain, tapi terpaksa masuk jurusan teknik karena dianggap lebih 'menjamin masa depan'. Padahal, dunia sudah berubah. Masa depan tidak lagi dijamin oleh nama jurusan di ijazah, tapi oleh seberapa ahli dan kreatifnya Anda di bidang tersebut. Tidak ada gunanya masuk jurusan 'keren' kalau akhirnya Anda lulus dengan nilai pas-pasan dan mental yang sudah hancur lelah. Ingat, yang akan menjalani kuliah selama empat tahun itu Anda, bukan orang tua, apalagi tetangga yang suka membanding-bandingkan.

Diskusi pemilihan karir yang mendalam

Cara Mengenali 'Panggilan' Tersembunyi Anda

Lalu bagaimana supaya tidak salah pilih? Berhentilah melihat daftar jurusan dan mulailah melihat ke dalam diri. Apa kegiatan yang membuat Anda lupa waktu saat melakukannya? Apa topik yang sering Anda cari di internet secara sukarela bahkan tanpa disuruh? Itulah petunjuknya. Jangan hanya mencari jurusan yang 'katanya' gampang cari kerja, tapi carilah jurusan yang membuat Anda ingin terus belajar meskipun sedang sulit. Coba lakukan riset kecil-kecilan: ajak ngobrol kakak tingkat di jurusan tersebut, lihat apa saja mata kuliah yang dipelajari. Kalau pas lihat daftar mata kuliahnya saja Anda sudah mual, mungkin itu sinyal kuat dari otak Anda untuk menghindar. Jangan tertipu oleh nama jurusan yang terdengar mewah tapi isinya ternyata sangat bertolak belakang dengan karakter Anda.

Dampak Domino Salah Pilih Jurusan di Dunia Kerja

Mungkin Anda berpikir, 'Ah, yang penting lulus dulu, nanti kerjanya bisa di mana saja'. Memang benar banyak orang bekerja tidak sesuai jurusan, tapi bayangkan berapa banyak energi yang terbuang? Saat Anda salah jurusan, Anda kehilangan kesempatan untuk membangun jaringan (networking) yang relevan sejak dini. Anda melewatkan waktu emas untuk mendalami keahlian spesifik yang bisa membuat nilai jual Anda tinggi saat lulus. Lebih parahnya lagi, perasaan 'salah tempat' ini sering terbawa sampai ke dunia kerja. Banyak karyawan yang merasa stres dan burnout bukan karena beban kerjanya, tapi karena mereka tidak punya landasan minat pada apa yang mereka kerjakan. Karir adalah marathon jangka panjang; jika fondasinya sudah goyah sejak kuliah, perjalanan ke depannya akan jauh lebih berat.

Seseorang merenung tentang masa depan

Bukan Akhir Dunia, Tapi Cegahlah Sejak Dini

Bagi Anda yang saat ini sudah terlanjur merasa salah jurusan, jangan merasa hidup sudah berakhir. Ada banyak jalan untuk berputar balik atau mengambil lintas minat. Namun, bagi Anda yang masih di tingkat akhir SMA atau sedang bersiap kuliah, Anda punya kemewahan berupa waktu untuk memilih dengan bijak. Gunakan waktu ini untuk bereksperimen. Ikuti kursus singkat, baca banyak buku, dan kenali potensi diri melalui berbagai tes kepribadian atau diskusi dengan konselor. Memilih jurusan adalah keputusan besar pertama yang benar-benar ada di tangan Anda. Jangan biarkan orang lain yang memegang kendali atas kemudi hidup Anda. Beranilah untuk berkata tidak pada pilihan yang tidak membuat hati Anda bergetar semangat.

Menemukan Keseimbangan Antara Minat dan Realita

Tentu saja, kita tidak boleh naif. Selain minat, kita juga perlu melihat realita pasar kerja. Tapi percayalah, di setiap jurusan, ada peluang untuk sukses selama Anda menjadi yang terbaik. Dan menjadi yang terbaik itu hanya bisa dicapai kalau Anda mencintai apa yang Anda pelajari. Jangan sampai Anda masuk ke sebuah jurusan hanya karena takut tidak dapat kerja, lalu akhirnya justru jadi pengangguran karena Anda tidak punya semangat untuk bersaing di bidang tersebut. Pilihannya ada pada Anda: mau menjadi orang yang biasa-biasa saja di jurusan yang 'katanya bagus', atau menjadi orang yang luar biasa di bidang yang benar-benar Anda kuasai? Kebahagiaan saat bekerja nanti sangat ditentukan oleh kejujuran Anda saat memilih jurusan kuliah hari ini.

Kadang saya merasa sedih melihat mahasiswa yang matanya tidak lagi bersinar saat bercerita soal kuliahnya. Mereka seperti mayat hidup yang hanya mengejar absen dan gelar demi memuaskan ekspektasi orang lain. Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan mengerjakan sesuatu yang membuat Anda merasa kecil dan tidak berdaya. Jadi, sebelum Anda mengklik tombol 'submit' pendaftaran kuliah, tarik napas dalam-dalam. Apakah ini benar-benar yang Anda inginkan? Apakah Anda siap menghadapi kesulitan di bidang ini dengan kepala tegak? Jika iya, maka melangkahlah dengan yakin. Jika ragu, berhentilah sejenak. Lebih baik telat setahun untuk memulai jalur yang benar, daripada melaju cepat di jalan yang salah hanya untuk berakhir di tempat yang tidak pernah Anda inginkan. Masa depan Anda adalah milik Anda, jadilah pemilik yang bertanggung jawab.

Sudah paham materinya?

Yuk uji pemahamanmu sekarang dengan mengerjakan latihan soal yang sesuai.

Latihan Soal Sekolah