Kembali ke Blog
Parenting & Pendidikan 2 Januari 2026

Bikin Anak Ketagihan Belajar: 7 Tips Ampuh untuk Orang Tua Siswa SD Tanpa Harus Marah-Marah

Bikin Anak Ketagihan Belajar: 7 Tips Ampuh untuk Orang Tua Siswa SD Tanpa Harus Marah-Marah

Menemani anak Sekolah Dasar (SD) belajar di rumah seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Tak jarang, niat awal untuk membimbing justru berakhir dengan suara tinggi, tangisan anak, dan rasa stres di kedua belah pihak. Masalahnya biasanya bukan pada materi pelajarannya, melainkan pada cara pendekatannya.

Anak usia SD sedang berada dalam fase transisi dari dunia bermain ke dunia akademik yang lebih serius. Jika kita memaksa mereka belajar dengan cara orang dewasa yang kaku, mereka akan menganggap belajar sebagai sebuah hukuman. Padahal, kunci utama agar anak pintar adalah menumbuhkan rasa cinta pada belajar itu sendiri. Bagaimana caranya? Mari kita simak tips praktis berikut ini.

1. Ciptakan 'Zona Belajar' yang Nyaman

Langkah pertama bukan soal buku, tapi soal lingkungan. Anak butuh tempat khusus yang konsisten untuk belajar. Pastikan pencahayaannya cukup, mejanya rapi, dan yang paling penting: jauh dari gangguan televisi atau ponsel orang tua.

Biarkan anak menghias meja belajarnya sendiri. Ketika mereka merasa memiliki 'wilayah' kekuasaan yang nyaman, mereka akan lebih bersemangat untuk duduk di sana setiap hari.

2. Gunakan Aturan '15-5' (Belajar Singkat dan Sering)

Rentang fokus anak SD sangat pendek, biasanya hanya 15-20 menit. Memaksa mereka duduk selama satu jam penuh adalah sia-sia. Gunakan teknik jeda: biarkan mereka fokus selama 15 menit, lalu beri waktu istirahat 5 menit untuk sekadar minum atau bergerak.

anak sd belajar dengan ceria

Teknik ini menjaga otak anak tetap segar dan tidak merasa terbebani oleh durasi yang lama.

3. Visualisasi Materi (Bukan Sekadar Membaca)

Anak SD adalah pembelajar visual yang hebat. Jangan hanya menyuruh mereka membaca buku teks. Jika sedang belajar tentang tata surya, ajak mereka menggambar planet. Jika belajar matematika, gunakan benda nyata seperti permen atau kelereng untuk berhitung.

4. Hubungkan Pelajaran dengan Kehidupan Nyata

Anak akan lebih cepat paham jika tahu manfaat pelajaran tersebut. Saat belanja ke pasar, ajak anak menghitung uang kembalian (Matematika). Saat menyiram bunga, jelaskan bagaimana tanaman minum air (IPA). Ketika pelajaran terasa nyata, anak tidak akan bertanya, "Kenapa aku harus belajar ini?"

orang tua mendampingi anak dengan sabar

5. Berikan Pujian pada 'Proses', Bukan 'Hasil'

Hati-hati dengan kalimat "Wah, kamu pintar sekali dapat nilai 100!". Ini membuat anak takut gagal. Sebaliknya, katakanlah, "Ayah bangga kamu sudah berusaha keras mengerjakan soal yang sulit tadi."

Memuji usaha akan membangun mental juara (growth mindset). Anak akan berani mencoba hal baru karena mereka tahu orang tuanya menghargai kerja keras mereka, bukan hanya hasil akhirnya.

6. Jadi Contoh, Bukan Sekadar Mandor

Anak adalah peniru yang ulung. Jika Anda menyuruh anak belajar sementara Anda asyik bermain HP di sampingnya, anak akan merasa itu tidak adil. Cobalah duduk di sampingnya sambil membaca buku atau mengerjakan pekerjaan kantor. Tunjukkan bahwa belajar adalah aktivitas yang dilakukan semua orang, termasuk orang dewasa.

suasana kelas sekolah dasar yang interaktif

7. Akhiri dengan Afirmasi Positif

Sebelum tidur, tanyakan satu hal baru yang ia pelajari hari itu. Berikan pelukan dan katakan bahwa Anda senang melihatnya terus berkembang. Perasaan bahagia sebelum tidur akan membuat memori pelajaran tersimpan lebih baik di otak anak.

ibu dan anak tertawa bersama setelah belajar

Kesimpulan

Tujuan utama mendampingi anak SD belajar bukanlah agar mereka mendapat nilai sempurna besok pagi, melainkan agar mereka memiliki kebiasaan belajar yang baik seumur hidup. Sabar adalah kunci. Ingatlah, hubungan Anda dengan anak jauh lebih penting daripada nilai rapor manapun.

Sudah paham materinya?

Yuk uji pemahamanmu sekarang dengan mengerjakan latihan soal yang sesuai.

Latihan Soal Sekolah