Kembali ke Blog
Parenting 8 Mei 2026

Anak Susah Fokus Belajar? Jangan Marah Dulu, Coba Trik Ini!

Anak Susah Fokus Belajar? Jangan Marah Dulu, Coba Trik Ini!

Drama di Meja Makan: Baru Lima Menit Sudah Minta Jajan

Pernah nggak sih, Ayah Bunda sudah semangat nemenin si kecil belajar, eh baru buka buku halaman satu, dia sudah tanya, "Bun, ada cemilan nggak?" atau tiba-tiba izin ke toilet tiga kali dalam sepuluh menit. Rasanya gemas banget, ya? Di sekolah mungkin dia dibilang pintar, tapi kalau sudah di rumah, rasanya fokus si kecil itu sependek sumbu kompor. Pensil diputar-putar sampai jatuh, ujung buku digigit-gigit, atau matanya malah melirik terus ke arah TV yang mati. Kita sebagai orang tua pasti batinnya mulai teriak, "Ayo dong, dikit lagi selesai kok!" Tapi kenyataannya, PR yang harusnya kelar 15 menit malah jadi drama dua jam.

Jujur saja, kita sering merasa gagal jadi orang tua kalau lihat anak malas-malasan begitu. Kita mulai membandingkan sama anak tetangga yang katanya anteng kalau belajar. Padahal, anak kita itu nggak malas. Mereka cuma lagi berjuang sama yang namanya rentang perhatian. Bayangkan kalau kita disuruh baca laporan audit perusahaan yang membosankan di tengah konser musik. Susah kan buat fokus? Nah, bagi anak-anak, dunia di sekitar mereka itu jauh lebih menarik daripada rumus matematika atau hafalan sejarah.

Anak belajar di rumah

Kenapa Sih Mereka Susah Fokus?

Jadi gini, otak anak-anak itu seperti mesin pencari yang tab-nya terbuka banyak banget sekaligus. Mereka dengar suara motor lewat, langsung kepikiran. Mereka lihat cicak di dinding, langsung penasaran. Kita nggak bisa memaksa mereka punya fokus seperti orang dewasa. Masalahnya bukan di kemauan, tapi di kapasitas. Kalau kita paksa dengan cara marah-marah, yang ada si kecil malah makin stres. Wajahnya ditekuk, tangannya gemetar pegang pensil, dan akhirnya otaknya malah "mogok" total. Bukannya paham pelajaran, dia malah sibuk mikir cara biar Bunda nggak marah lagi. Sayang banget, kan?

Trik Rahasia: Belajar Rasa Main

Saran aku sih, coba deh teknik 'Pomodoro Mini'. Jangan suruh anak belajar satu jam nonstop. Mustahil itu! Coba pakai alarm. Bilang ke dia, "Ayo, kita balapan sama jam! Fokus 15 menit aja, nanti setelah itu kamu boleh main Lego atau lari-lari 5 menit." Anak-anak suka tantangan. Dengan kasih jeda, otak mereka punya waktu buat bernapas. Oh iya, ciptakan juga lingkungan yang mendukung. Kalau anak lagi belajar, ya kita jangan asyik main HP di depannya atau nonton drakor dengan suara kencang. Itu namanya ujian berat buat mereka! Jadilah tim yang solid buat dia.

Coba gunakan dialog yang sejuk. Alih-alih bilang, "Ngerjain PR aja lama banget sih!", coba ganti dengan, "Wah, soal ini kayaknya lagi ajak kamu main tebak-tebakan ya? Bagian mana yang menurut kamu paling menantang? Sini Bunda temenin cari kuncinya." Perubahan kecil dalam cara bicara ini dampaknya luar biasa lho, Ayah Bunda. Anak merasa didukung, bukan dihakimi. Ingat, meja belajar harus jadi tempat yang aman buat mereka berbuat salah, bukan tempat penghakiman.

Orang tua mendampingi anak

Analoginya Seperti Lari Marathon

Belajar itu bukan lari sprint yang harus kencang di awal lalu pingsan. Belajar itu marathon. Kalau kita paksa anak lari kencang terus tanpa minum, dia bakal kapok lari. Tapi kalau kita kasih semangat, kasih minum (istirahat), dan hargai setiap langkah kecilnya, dia bakal sampai ke garis finish dengan senyuman. Jangan terlalu keras sama diri sendiri juga ya, Ayah Bunda. Wajar kok kalau sesekali kita lepas kendali dan marah. Yang penting, setelah itu kita peluk lagi anaknya dan minta maaf. Kita sama-sama belajar, kok.

Bikin Belajar Jadi Lebih Ringan

Nah lho, sekarang sudah nggak terlalu tegang kan mikirin PR anak nanti malam? Kalau Bunda merasa butuh alat bantu biar anak nggak bosan sama buku cetak yang gitu-gitu aja, coba deh mampir ke LatihanOnline.com. Di sana ada fitur simulasi dan tryout yang tampilannya seru banget, kayak lagi main kuis. Ini bukan buat gantiin peran Bunda, tapi justru jadi asisten Bunda biar si kecil nggak merasa lagi 'belajar berat'. Jadikan LatihanOnline sebagai teman bermain yang bikin dia makin pede di sekolah. Yuk, kita buat momen belajar jadi waktu bonding yang manis, bukan ajang perang urat saraf!

Sudah paham materinya?

Yuk uji pemahamanmu sekarang dengan mengerjakan latihan soal yang sesuai.

Latihan Soal Sekolah