Kembali ke Blog
Self Development 24 Januari 2026

Sekolah Itu Scam? Jangan Telan Mentah-Mentah Omongan Timothy Ronald!

Sekolah Itu Scam? Jangan Telan Mentah-Mentah Omongan Timothy Ronald!

Gegar Budaya: Saat Ijazah Dianggap Kertas Sampah

Lagi ramai banget di media sosial, seorang influencer finansial, Timothy Ronald, dengan lantang menyebut bahwa 'sekolah itu scam'. Pernyataan ini bak menyiram bensin ke api di tengah keresahan anak muda yang sulit cari kerja meski sudah punya gelar. Banyak yang langsung setuju, merasa selama ini disiksa tugas sekolah tapi ujung-ujungnya tetap bingung cari uang. Tapi, benarkah sekolah itu sebuah penipuan terstruktur? Ataukah ini hanya strategi marketing yang sengaja dibuat bombastis untuk memicu emosi kita? Kita perlu melihat ini dengan kepala dingin. Pernyataan tersebut muncul dari sudut pandang seseorang yang melihat segalanya dari kacamata 'cuan' dan efisiensi finansial. Bagi mereka, kalau investasi waktu 12-16 tahun tidak langsung menghasilkan saldo rekening yang gemuk, maka itu gagal. Namun, apakah hidup hanya sekadar tentang angka di aplikasi m-banking?

Siswa bingung melihat ijazah

Analogi Membeli Tiket Gym Tapi Gak Pernah Latihan

Menyebut sekolah itu scam sebenarnya mirip dengan orang yang daftar member gym selama setahun, bayar mahal, tapi cuma datang sekali buat foto mirror selfie, lalu komplain kenapa badannya nggak berotot. Sekolah itu sarana, bukan jaminan otomatis. Banyak dari kita yang sekolah tapi 'nggak hadir'. Kita cuma mengejar absensi, menyontek tugas, dan belajar hanya saat mau ujian. Di titik ini, bukan sekolahnya yang scam, tapi cara kita menjalaninya yang tidak efektif. Sekolah memang punya kurikulum yang seringkali dianggap basi atau ketinggalan zaman dibandingkan kecepatan internet. Tapi, ada satu hal yang tidak bisa diajarkan oleh video pendek di media sosial: yaitu ketahanan mental untuk menyelesaikan sesuatu yang membosankan dan disiplin sosial dalam berinteraksi dengan ribuan karakter orang yang berbeda.

Sisi Benar yang Pahit: Kurikulum Kita Memang Perlu 'Operasi'

Harus diakui, Timothy Ronald ada benarnya di satu titik: sistem pendidikan kita memang seringkali gagal mengajarkan keterampilan bertahan hidup yang relevan di tahun 2026. Kita diajari menghafal nama-nama kerajaan yang sudah runtuh, tapi tidak diajari cara mengelola pajak, cara investasi yang benar, atau cara berkomunikasi di dunia profesional. Sekolah seringkali terlalu fokus mencetak 'pekerja pabrik' yang patuh, bukan 'pemikir kreatif' yang berani mendobrak. Inilah yang membuat istilah 'scam' terasa masuk akal bagi sebagian orang. Kita membayar mahal untuk waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk belajar high-income skills secara otodidak. Namun, menyamaratakan semua sekolah sebagai penipuan adalah langkah yang ekstrem dan berbahaya bagi mereka yang memang butuh landasan akademis kuat, seperti dokter, insinyur, atau ilmuwan.

Diskusi kritis di ruang kelas

Privilese di Balik Narasi 'Drop Out'

Kita sering tergiur cerita sukses miliarder yang putus sekolah (drop out). Tapi ingat, mereka biasanya keluar dari universitas terbaik dunia karena sudah punya ide bisnis yang siap meledak, bukan karena malas bangun pagi buat masuk kelas. Mengikuti narasi 'sekolah itu scam' tanpa punya rencana cadangan atau skill yang mumpuni adalah tindakan bunuh diri karir. Di LatihanOnline, kami selalu menekankan: kalau mau berhenti mengandalkan sekolah, pastikan otak Anda sudah punya isi yang lebih berkualitas dari apa yang diajarkan di kelas. Jangan jadi korban tren yang hanya bikin Anda jadi pengangguran yang sombong. Orang sukses yang meremehkan sekolah biasanya sudah punya akses dan modal yang tidak dimiliki oleh semua orang.

Sekolah Adalah Tempat Membangun 'Networking'

Satu hal yang tidak didapat dari kursus online atau belajar sendiri di kamar adalah koneksi manusia. Teman sebangku Anda di SMA mungkin saja jadi partner bisnis Anda sepuluh tahun lagi. Guru yang sering memarahi Anda mungkin punya link pekerjaan yang Anda butuhkan. Dunia nyata bergerak di atas kepercayaan dan relasi. Sekolah adalah miniatur masyarakat tempat kita belajar bernegosiasi, belajar menghadapi konflik, dan belajar empati. Jika Anda menganggap sekolah hanya soal materi di buku paket, maka Anda memang sedang rugi besar. Tapi jika Anda menjadikannya tempat membangun reputasi dan jaringan, maka biaya sekolah itu adalah investasi termurah yang pernah Anda lakukan untuk masa depan.

Mahasiswa merayakan kelulusan bersama teman

Bahayanya Pola Pikir 'Cepat Kaya' Tanpa Dasar

Klaim 'sekolah itu scam' seringkali dibarengi dengan ajakan untuk masuk ke akademi atau kursus berbayar milik si pemberi pernyataan. Ini yang harus Kita waspadai. Seringkali, kita hanya dipindahkan dari satu 'sistem' ke 'sistem' lain yang lebih mahal dan belum tentu teruji. Pendidikan adalah proses panjang, tidak ada jalan pintas untuk menjadi ahli dalam semalam. Belajar secara mandiri itu wajib, tapi bukan berarti harus memusuhi pendidikan formal. Yang terbaik adalah menggabungkan keduanya: ambil ijazahnya sebagai pengaman administratif, tapi isi otakmu dengan ilmu-ilmu modern dari luar sekolah secara agresif. Jangan biarkan masa depanmu hanya bergantung pada omongan viral satu-dua orang di internet.

Jadilah Pembelajar yang Cerdas, Bukan Sekadar Pengikut

Pada akhirnya, sekolah jadi scam atau tidak itu tergantung di tangan siapa 'alat' itu berada. Jika Anda menggunakannya hanya untuk tidur di kelas dan berharap ijazah akan memberi Anda gaji tinggi, maka ya, Anda sedang menipu diri sendiri. Tapi jika Anda menggunakan waktu sekolah untuk mengeksplorasi diri, ikut organisasi, dan membangun fondasi karakter, sekolah akan jadi batu loncatan yang sangat kuat. Jangan telan mentah-mentah tren viral. Kritislah pada sistem, tapi lebih kritislah pada kualitas dirimu sendiri. Dunia tidak peduli seberapa banyak video motivasi yang kamu tonton, dunia hanya peduli pada masalah apa yang bisa kamu selesaikan.

Saya ingat ucapan seorang profesor: 'Sekolah bukan untuk mengajarkanmu apa yang harus dipikirkan, tapi bagaimana cara berpikir'. Jika kamu sudah bisa berpikir kritis, kamu nggak akan gampang kemakan narasi bombastis siapapun, termasuk yang bilang sekolah itu scam. Tetaplah sekolah jika itu adalah jalan yang paling realistis bagimu saat ini, tapi jangan jadikan sekolah sebagai satu-satunya sumber ilmumu. Bacalah lebih banyak, bertanyalah lebih sering, dan jangan pernah berhenti menjadi penasaran. Karena penipuan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang meyakinkanmu untuk berhenti belajar hanya karena mereka ingin kamu mengikuti cara mereka. Sudahkah kamu belajar hal baru yang berguna hari ini, di luar apa yang diajarkan di kelas?

Sudah paham materinya?

Yuk uji pemahamanmu sekarang dengan mengerjakan latihan soal yang sesuai.

Latihan Soal Sekolah