Kembali ke Blog
Tips Belajar 30 Desember 2025

Stop Drama! 7 Cara Menghafal Perkalian Anak SD Tanpa Menangis & Anti Stres

Stop Drama! 7 Cara Menghafal Perkalian Anak SD Tanpa Menangis & Anti Stres

Skenario ini mungkin tidak asing bagi Anda: Malam hari, buku matematika terbuka, suara Ibu mulai meninggi, "Masa 4 kali 6 aja nggak hafal-hafal?!", sementara si Anak mulai sesenggukan menahan tangis. Drama hafalan perkalian adalah musuh utama kedamaian rumah tangga saat anak duduk di kelas 2 atau 3 SD.

Stop sekarang juga! Membentak anak tidak akan membuat angkanya masuk ke otak, justru memicu hormon stres yang memblokir memori. Perkalian bukan untuk dihafal mati seperti mantra, tapi dipahami polanya. Berikut adalah 7 cara ampuh mengajarkan perkalian tanpa drama air mata.

Belajar dengan Benda Nyata

1. Tanamkan Konsep: Penjumlahan Berulang

Kesalahan fatal orang tua adalah langsung menyodorkan tabel 1-10. Anak akan melihatnya sebagai ratusan angka acak yang menakutkan. Jelaskan dulu bahwa perkalian adalah jalan pintas penjumlahan.

Rumus Dasar:

3 × 5 artinya:
Ada 3 piring, isinya 5 apel.
5 + 5 + 5 = 15

(Jangan terbalik konsepnya, meski hasilnya sama!)

2. Mulai dari Urutan Termudah (Bukan 1-10)

Siapa bilang harus urut? Bangun kepercayaan diri anak dengan menaklukkan angka gampang dulu. Urutan belajar yang disarankan psikolog pendidikan:

  • Level 1: Perkalian 0, 1, dan 10 (Paling mudah).
  • Level 2: Perkalian 2 (Kelipatan dua/Doubling).
  • Level 3: Perkalian 5 (Selalu berakhiran 0 atau 5).
  • Level 4: Perkalian 9 (Pakai trik jari).
  • Level Boss: Perkalian 3, 4, 6, 7, 8 (Baru dihafal terakhir).

3. Gunakan Lagu & Irama

Otak anak SD sangat reseptif terhadap musik. Coba cari lagu "Perkalian" di YouTube, atau ganti lirik lagu favorit mereka (seperti "Balonku" atau "Baby Shark") dengan angka perkalian. Ritme membantu memori jangka panjang bekerja lebih baik daripada membaca teks.

Trik Jari Matematika

4. Trik Jari (Jarimatika Sederhana)

Tuhan memberikan kita kalkulator alami: Jari tangan. Untuk perkalian 9, ini trik paling ajaib: Buka 10 jari. Jika soalnya 9 × 4, lipat jari ke-4. Hitung sisa jari di kiri (3) dan kanan (6). Gabungkan → 36. Anak akan merasa seperti pesulap!

5. Metode Tabel Pythagoras

Buang tabel perkalian konvensional yang memanjang ke bawah. Gunakan Tabel Pythagoras (Grid 10x10). Ini membantu anak melihat pola simetri (bahwa 3x4 posisinya sama dengan 4x3) dan mengurangi beban angka yang harus dilihat mata.

6. Gamifikasi: Ular Tangga & Kartu

Ubah sesi belajar jadi sesi main. Buat kartu Flashcard. Atau main ular tangga di mana setiap mau melangkah harus menjawab soal perkalian. Jika suasana hati senang (dopamin naik), otak menyerap informasi 10x lebih cepat.

7. Konsistensi > Durasi

Jangan paksa anak belajar 2 jam nonstop (pasti nangis!). Lebih baik 10 menit setiap hari tapi rutin. Bisa saat di mobil, saat mandi, atau sebelum tidur. "Dikit-dikit lama-lama menjadi bukit" sangat berlaku di sini.

Sudah paham materinya?

Yuk uji pemahamanmu sekarang dengan mengerjakan latihan soal yang sesuai.

Latihan Soal Sekolah