Saat masuk SMP, banyak siswa kaget melihat pelajaran Matematika yang tiba-tiba isinya huruf semua. Ada $x$, ada $y$, kadang ada $a$ dan $b$. "Ini pelajaran Bahasa atau Matematika sih?"
Jangan panik dulu. Aljabar sebenarnya adalah cara memecahkan teka-teki. Huruf-huruf itu hanyalah topeng untuk menutupi angka yang belum kita ketahui. Mari kita bongkar konsepnya dengan cara yang paling santai.
1. Konsep Dasar: Huruf Adalah Benda
Otak kita susah memproses $2x + 3x$. Tapi otak kita sangat cepat memproses 2 Ayam + 3 Ayam. Kuncinya: Anggap saja huruf ($x, y, z$) sebagai benda nyata.
• Variabel (Huruf): Barangnya (Misal x = Kotak Misterius).
• Koefisien (Angka di depan huruf): Jumlah barangnya (2x artinya ada 2 kotak).
• Konstanta (Angka sendirian): Angka yang sudah jelas nilainya (Misal: + 5000).
2. Operasi Penjumlahan: Hukum "Suku Sejenis"
Ini adalah aturan emas Aljabar: Kamu hanya boleh menjumlahkan barang yang SAMA.
Bayangkan kamu ke pasar:
• Beli 2 Apel ($2a$) dan 3 Jeruk ($3j$).
• Apakah bisa digabung jadi 5 Apel-Jeruk? TIDAK BISA!
• Hasilnya tetap: $2a + 3j$.
Tapi kalau kamu beli 2 Apel ($2a$) lalu beli lagi 4 Apel ($4a$), barulah bisa digabung:
$2a + 4a = 6a$.
3. Perkalian Aljabar: Semuanya Berteman
Beda dengan penjumlahan yang pilih-pilih teman, perkalian Aljabar itu ramah. Angka boleh dikali angka, huruf boleh dikali huruf.
Langkah 1: Kalikan Angkanya (2 × 3 = 6)
Langkah 2: Tempelkan Hurufnya (a × b = ab)
Hasilnya: 6ab
4. Pindah Ruas (Mencari si X)
Tujuan akhir Aljabar biasanya mencari nilai $x$. Ingat prinsip "Jembatan Sama Dengan". Kalau pindah nyeberang jembatan, tandanya berubah (Positif jadi Negatif, Kali jadi Bagi).
Contoh: $x + 5 = 12$
Si $x$ ingin sendirian. Maka angka 5 harus diusir ke seberang.
$x = 12 - 5$ (Tanda plus berubah jadi minus)
$x = 7$. Selesai!