Kembali ke Katalog
KARIR KELAS KEDINASAN

TPA: Logika Matematika & Aritmatika Cepat

Pengantar TPA: Logika Matematika & Aritmatika Cepat

Selamat datang di paket konten lengkap untuk persiapan Tes Potensi Akademik (TPA)! TPA adalah salah satu tes penting yang mengukur kemampuan dasar seseorang dalam berbagai bidang, sering digunakan dalam seleksi masuk perguruan tinggi, beasiswa, maupun rekrutmen pekerjaan. Dua komponen kunci yang selalu hadir dan membutuhkan penguasaan mendalam adalah Logika Matematika dan Aritmatika Cepat.

Bagian ini dirancang untuk membekali Anda dengan konsep dasar, strategi penyelesaian, dan tips praktis agar Anda tidak hanya memahami materi tetapi juga mampu menyelesaikannya dengan cepat dan akurat. Ingat, dalam TPA, kecepatan dan ketepatan adalah kunci!

Bagian 1: Logika Matematika

Logika Matematika menguji kemampuan Anda dalam bernalar secara runtut, memahami hubungan antar pernyataan, dan menarik kesimpulan yang valid. Ini bukan tentang menghafal rumus, melainkan tentang membangun pola pikir yang logis.

Konsep Dasar Logika Matematika

  • Proposisi: Pernyataan yang memiliki nilai kebenaran pasti (Benar atau Salah), tetapi tidak keduanya. Contoh: "Jakarta adalah ibu kota Indonesia" (Benar). "2 + 3 = 7" (Salah).
  • Negasi (~) : Ingkaran atau lawan dari suatu proposisi. Jika P benar, maka ~P salah, dan sebaliknya. Contoh: P = "Hari ini hujan", maka ~P = "Hari ini tidak hujan".
  • Konjungsi (∧) : Pernyataan majemuk dengan kata penghubung "dan". Bernilai benar jika kedua proposisi penyusunnya benar. Contoh: "Saya suka kopi dan teh".
  • Disjungsi (∨) : Pernyataan majemuk dengan kata penghubung "atau". Bernilai benar jika salah satu atau kedua proposisi penyusunnya benar. Contoh: "Saya akan pergi ke toko atau ke pasar".
  • Implikasi (→) : Pernyataan "Jika P maka Q". Bernilai salah hanya jika P benar dan Q salah. Contoh: "Jika hujan (P), maka jalan basah (Q)".
  • Biimplikasi (↔) : Pernyataan "P jika dan hanya jika Q". Bernilai benar jika P dan Q memiliki nilai kebenaran yang sama. Contoh: "Saya lulus jika dan hanya jika saya belajar giat".

Penarikan Kesimpulan (Silogisme)

Salah satu inti dari Logika Matematika adalah menarik kesimpulan dari beberapa premis yang diberikan. Ada tiga pola dasar yang sering muncul:

  • Modus Ponens:
    • Premis 1: Jika P maka Q
    • Premis 2: P
    • Kesimpulan: Q
    Contoh: Premis 1: Jika hari hujan, saya membawa payung. Premis 2: Hari hujan. Kesimpulan: Saya membawa payung.
  • Modus Tollens:
    • Premis 1: Jika P maka Q
    • Premis 2: Bukan Q (~Q)
    • Kesimpulan: Bukan P (~P)
    Contoh: Premis 1: Jika saya belajar, saya lulus. Premis 2: Saya tidak lulus. Kesimpulan: Saya tidak belajar.
  • Silogisme:
    • Premis 1: Jika P maka Q
    • Premis 2: Jika Q maka R
    • Kesimpulan: Jika P maka R
    Contoh: Premis 1: Jika rajin olahraga, badan sehat. Premis 2: Jika badan sehat, pikiran jernih. Kesimpulan: Jika rajin olahraga, pikiran jernih.

Tips & Trik Logika Matematika

  • Visualisasikan: Buat diagram atau catat inti dari setiap proposisi untuk memudahkan melihat hubungan.
  • Perhatikan Kata Kunci: "Semua", "Beberapa", "Tidak ada", "Jika... maka...", "Dan", "Atau", "Kecuali" adalah penentu makna.
  • Uji Pilihan Jawaban: Terkadang lebih cepat untuk menguji setiap pilihan jawaban dengan premis yang ada.
  • Hindari Asumsi: Jangan menarik kesimpulan berdasarkan pengetahuan umum, hanya berdasarkan premis yang diberikan.

Bagian 2: Aritmatika Cepat

Aritmatika Cepat menguji kemampuan Anda dalam berhitung dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian), persentase, pecahan, rasio, dan deret angka dengan efisien dan tepat. Tantangannya adalah waktu yang terbatas.

Teknik Dasar Aritmatika Cepat

  • Penjumlahan & Pengurangan:
    • Membulatkan: Untuk 48 + 23, bayangkan 50 + 23 = 73, lalu kurangi 2 (karena 48 adalah 50-2), jadi 71.
    • Dari Kiri ke Kanan: Untuk 345 + 128, mulai dari ratusan: 300+100=400, lalu puluhan: 40+20=60 (total 460), lalu satuan: 5+8=13 (total 473).
  • Perkalian Cepat:
    • Perkalian dengan 5: Kalikan dengan 10 lalu bagi 2. Contoh: 32 x 5 = (32 x 10) / 2 = 320 / 2 = 160.
    • Perkalian dengan 9: Kalikan dengan 10 lalu kurangi angka aslinya. Contoh: 25 x 9 = (25 x 10) - 25 = 250 - 25 = 225.
    • Perkalian dengan 11: Untuk angka 2 digit (misal AB x 11), hasilnya A(A+B)B. Contoh: 34 x 11 = 3(3+4)4 = 374.
    • Angka Berakhiran 5 (Dikuadratkan): Untuk XY5², hasilnya (X(X+1))25. Contoh: 35² = (3x(3+1))25 = (3x4)25 = 1225.
  • Pembagian:
    • Faktorisasi: Pecah angka besar menjadi faktor-faktor yang lebih kecil. Contoh: 144 / 12 bisa jadi (12 x 12) / 12 = 12.
    • Sederhanakan Pecahan: Jika dalam bentuk pecahan, selalu sederhanakan terlebih dahulu.

Pecahan, Persen, dan Rasio

  • Pecahan: Pahami konsep dasar penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan. Konversi antara pecahan, desimal, dan persen harus lancar. Contoh: 1/4 = 0.25 = 25%.
  • Persentase:
    • Mencari % dari suatu nilai: 20% dari 150 = (20/100) x 150 = 30.
    • Mencari nilai jika % diketahui: Jika 30 adalah 20% dari X, maka X = 30 / 0.20 = 150.
    • Perubahan Persentase: (Nilai Akhir - Nilai Awal) / Nilai Awal x 100%.
  • Rasio: Perbandingan antara dua atau lebih kuantitas. Pastikan satuan yang dibandingkan sama. Contoh: Rasio A:B = 2:3. Jika A = 10, maka B = (3/2) x 10 = 15.

Deret Angka

Deret angka menguji kemampuan Anda dalam mengenali pola. Pola bisa berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, kuadrat, kubik, atau kombinasi dari semuanya. Kuncinya adalah mencari selisih antar angka, atau rasio antar angka. Jika pola pertama tidak terlihat, coba cari pola dari selisihnya (deret tingkat dua).

Tips & Trik Aritmatika Cepat

  • Hafalkan Perkalian Dasar: Sampai 12x12 atau bahkan 15x15 akan sangat membantu.
  • Kenali Kuadrat & Kubik: Hafalkan kuadrat hingga 20² dan kubik hingga 10³.
  • Latihan Mental: Latih kemampuan berhitung Anda tanpa kalkulator secara rutin.
  • Cermat dan Teliti: Meskipun harus cepat, jangan mengorbankan ketelitian. Satu kesalahan kecil bisa fatal.
  • Fokus pada Angka Penting: Dalam soal yang panjang, identifikasi angka dan operasi yang paling relevan.

Strategi Umum untuk TPA

  • Pahami Instruksi: Baca setiap soal dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Manajemen Waktu: Alokasikan waktu untuk setiap bagian dan soal. Jangan terlalu lama di satu soal. Jika buntu, lewati dan kembali nanti.
  • Latihan Rutin: Konsistensi adalah kunci. Semakin sering berlatih, semakin cepat dan akurat Anda.
  • Analisis Kesalahan: Setelah berlatih, periksa jawaban Anda. Pahami mengapa Anda salah dan pelajari cara yang benar.
  • Jaga Kondisi Fisik & Mental: Istirahat cukup dan jaga fokus saat tes.

Dengan menguasai Logika Matematika dan Aritmatika Cepat, Anda tidak hanya akan siap menghadapi TPA, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan pemecahan masalah yang berguna dalam kehidupan sehari-hari dan karier Anda. Selamat belajar dan semoga sukses!

Uji Pemahaman

#1
Andi selalu memakai kemeja biru atau kemeja putih ke kantor. Jika Andi memakai kemeja biru, maka ia akan mengenakan dasi merah. Jika Andi tidak memakai dasi merah, maka ia tidak akan mempresentasikan proyek hari ini. Hari ini Andi mempresentasikan proyek. Kesimpulan yang paling tepat adalah ...
#2
Sebuah toko elektronik menjual TV dengan diskon 20%. Setelah diskon, harga TV tersebut adalah Rp 4.000.000. Jika toko tersebut sebenarnya mendapatkan keuntungan 25% dari harga beli setelah diskon tersebut, berapakah harga beli TV tersebut?
#3
Perhatikan deret angka berikut: 2, 3, 5, 8, 13, X, Y. Tentukan nilai X dan Y.
#4
Dalam sebuah survei terhadap 200 mahasiswa, diketahui bahwa 120 mahasiswa menyukai mata kuliah A, 90 mahasiswa menyukai mata kuliah B, dan 50 mahasiswa menyukai kedua mata kuliah tersebut. Berapa persen mahasiswa yang tidak menyukai mata kuliah A maupun B?
#5
Pak Budi membeli 60 kg beras jenis A seharga Rp 10.000/kg dan 40 kg beras jenis B seharga Rp 12.000/kg. Semua beras tersebut dicampur dan dijual kembali dengan keuntungan 15% dari total harga beli. Berapakah harga jual per kilogram beras campuran tersebut?