Kembali ke Katalog
SMA KELAS 11

Berkarya Seni Rupa 3D: Eksplorasi Dunia Patung

Pendahuluan: Memahami Seni Rupa 3D dan Patung

Seni rupa tidak hanya hadir dalam dua dimensi di atas kanvas atau kertas. Ada dimensi lain yang memungkinkan kita berinteraksi secara fisik, yaitu seni rupa 3D. Dalam konteks ini, kita akan menjelajahi salah satu bentuk seni rupa 3D yang paling klasik dan kaya, yaitu patung.

Patung adalah karya seni rupa tiga dimensi yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, memiliki volume, dan menempati ruang. Sejak zaman prasejarah, manusia telah menciptakan patung untuk berbagai tujuan, mulai dari ritual keagamaan, simbol kekuasaan, hingga ekspresi artistik murni. Pada bab ini, kita akan menyelami dunia patung, memahami konsepnya, jenis-jenisnya, teknik pembuatannya, serta proses berkarya seni patung.

Konsep dan Pengertian Patung

Secara etimologis, kata "patung" berasal dari bahasa Jawa Kuno "patung" yang berarti ukiran atau pahatan. Dalam seni rupa modern, patung dapat diartikan lebih luas tidak hanya sebagai hasil pahatan, tetapi juga dibentuk, dicetak, atau dirakit dari berbagai material.

Ciri-ciri utama patung:

  • Tiga Dimensi: Memiliki panjang, lebar, dan tinggi (volume).
  • Menempati Ruang: Keberadaannya mengisi ruang dan dapat dirasakan secara fisik.
  • Dapat Dilihat dari Segala Arah: Menawarkan pengalaman visual yang berbeda dari setiap sudut.

Fungsi Patung:

  • Religius: Sebagai sarana peribadatan atau penggambaran dewa/tokoh suci.
  • Monumen: Untuk mengenang peristiwa atau tokoh penting.
  • Arsitektur: Sebagai elemen dekoratif atau struktural pada bangunan.
  • Dekorasi: Untuk memperindah suatu ruang atau lingkungan.
  • Seni (Murni): Sebagai ekspresi estetika dan gagasan seniman tanpa fungsi praktis tertentu.

Jenis-jenis Patung

Patung dapat dikategorikan berdasarkan beberapa aspek:

Berdasarkan Bentuk atau Corak:

  1. Patung Figuratif (Realistik/Representatif):

  • Patung yang menampilkan bentuk-bentuk alamiah secara realistis, seperti manusia, hewan, atau benda-benda lainnya.
  • Contoh: Patung pahlawan, patung hewan di kebun binatang, patung Buddha.
  • Patung Non-Figuratif (Abstrak/Non-Representatif):

    • Patung yang tidak terikat pada bentuk-bentuk alamiah, menampilkan bentuk-bentuk yang diolah secara imajinatif.
    • Fokus pada eksplorasi bentuk, tekstur, ruang, dan komposisi.
    • Contoh: Patung modern dengan bentuk geometris atau organik yang tidak menyerupai objek nyata.
  • Berdasarkan Posisi atau Kedudukan:

    1. Patung Berdiri (Arca): Patung yang berdiri tegak atau duduk utuh.

    2. Patung Relief: Patung yang menempel pada permukaan datar dan hanya terlihat dari satu sisi (dua dimensi), namun memiliki volume (tiga dimensi dalam ketebalan). Terbagi menjadi:

      • Basso-rilievo (Bas-relief): Relief rendah, tonjolan kurang dari setengah tebal objek.
      • Alto-rilievo (High-relief): Relief tinggi, tonjolan lebih dari setengah tebal objek.
    3. Patung Dada (Bust): Patung yang menggambarkan bagian kepala hingga dada seseorang.

    Teknik Berkarya Patung

    Ada beberapa teknik dasar yang umum digunakan dalam menciptakan patung:

    1. Teknik Memahat (Carving):

      • Teknik subtraktif, yaitu mengurangi bahan dari sebuah balok atau bongkahan material hingga membentuk objek yang diinginkan.
      • Bahan: Kayu, batu (granit, marmer, padas), es.
      • Alat: Pahat, palu, kikir, gerinda.
    2. Teknik Membentuk/Modelling:

      • Teknik aditif, yaitu menambahkan atau mengurangi bahan secara bertahap untuk membentuk objek.
      • Bahan: Tanah liat, plastisin, malam (wax), gypsum.
      • Alat: Butsir, sudip, kawat, meja putar.
    3. Teknik Mencetak (Casting):

      • Membuat cetakan (mold) dari model asli, kemudian menuangkan bahan cair ke dalam cetakan tersebut. Setelah mengering/mengeras, cetakan dibuka.
      • Bahan: Logam (perunggu, kuningan), resin, fiberglass, gips, semen.
      • Alat: Cetakan (dari silikon, gips), alat peleburan (untuk logam), tungku, alat pengecoran.
    4. Teknik Konstruksi/Merakit (Assembling):

      • Menggabungkan berbagai material atau benda yang sudah ada untuk membentuk sebuah karya patung.
      • Bahan: Logam, kayu, plastik, kain, benda-benda bekas, dll.
      • Alat: Las, bor, palu, paku, lem, obeng, tang.
    5. Teknik Butsir: (Kadang juga disebut sebagai bagian dari modelling) Teknik ini secara khusus mengacu pada penggunaan alat butsir untuk membentuk dan menghaluskan permukaan patung dari bahan lunak seperti tanah liat atau plastisin. Ini adalah alat yang sangat penting dalam teknik modelling.

    Alat dan Bahan Berkarya Patung

    Pemilihan alat dan bahan sangat tergantung pada teknik yang akan digunakan:

    Bahan Dasar:

    • Bahan Lunak: Tanah liat, plastisin, sabun batang, malam (wax).
    • Bahan Sedang: Kayu (mahoni, waru, sena, randu), gips.
    • Bahan Keras: Kayu jati, batu (andesit, granit, padas, marmer), logam (perunggu, baja, aluminium).
    • Bahan Cor: Semen, pasir, gips, resin, fiber.
    • Bahan Lain: Kawat, pipa, besi beton, kaca, plastik, kain, benda daur ulang.

    Alat Perkakas:

    • Pahat: Untuk memahat kayu atau batu. Berbagai ukuran dan bentuk (kol, coret, lurus, miring).
    • Palu: Untuk memukul pahat saat memahat.
    • Butsir: Alat dari kayu atau kawat untuk membentuk, memotong, dan menghaluskan bahan lunak (tanah liat, plastisin).
    • Meja Putar (Turn Table): Memudahkan pembentukan patung dari berbagai sudut.
    • Kawat dan Sudip: Untuk memotong tanah liat dan membentuk detail.
    • Las: Untuk menyambung material logam (pada teknik konstruksi).
    • Gerinda: Untuk menghaluskan atau memotong bahan keras.
    • Gergaji: Untuk memotong kayu atau bahan lainnya.
    • Cetakan (Mold): Untuk teknik mencetak.
    • Amplas/Kikir: Untuk menghaluskan permukaan.

    Proses Berkarya Seni Patung

    Proses penciptaan patung umumnya melalui tahapan-tahapan berikut:

    1. Perencanaan (Ide & Konsep):

      • Menentukan gagasan atau pesan yang ingin disampaikan.
      • Melakukan riset dan pengamatan (jika patung figuratif).
      • Membuat sketsa awal atau studi bentuk (gambar 2D atau maket kecil 3D).
      • Mempertimbangkan fungsi patung dan penempatannya.
    2. Pemilihan Bahan dan Teknik:

      • Menentukan bahan yang paling sesuai dengan konsep dan desain.
      • Memilih teknik yang paling tepat untuk mengolah bahan tersebut.
    3. Pembentukan Awal (Armature/Kerangka):

      • Untuk patung dari bahan lunak (tanah liat, plastisin), seringkali dibuat kerangka dari kawat atau bahan lain sebagai penopang agar patung kokoh dan tidak mudah roboh atau retak saat dibentuk.
      • Untuk teknik konstruksi, penyusunan kerangka awal sangat fundamental.
    4. Proses Pembentukan/Eksekusi:

      • Memahat: Mulai mengurangi bahan dari blok sesuai sketsa.
      • Membentuk: Menambah dan mengurangi bahan lunak secara bertahap, membangun bentuk dari kerangka.
      • Mencetak: Membuat model, membuat cetakan, lalu menuang bahan cor.
      • Merakit: Menggabungkan komponen-komponen yang telah disiapkan.
      • Fokus pada proporsi, anatomi (jika figuratif), komposisi, dan detail.
    5. Finishing (Penyelesaian):

      • Menghaluskan permukaan dengan amplas, kikir, atau alat khusus.
      • Memberikan tekstur, detail akhir.
      • Melakukan pewarnaan (cat, pernis, patina) atau pelapisan untuk melindungi dan memperindah patung.
      • Memastikan patung berdiri kokoh atau terpasang dengan aman.
    6. Evaluasi dan Apresiasi:

      • Mengevaluasi hasil karya, apakah sudah sesuai dengan konsep awal.
      • Memperoleh masukan dari orang lain untuk pengembangan selanjutnya.
      • Mempresentasikan karya kepada publik.

    Apresiasi dan Kritik Seni Patung

    Ketika mengapresiasi sebuah patung, perhatikanlah:

    • Bentuk dan Volume: Bagaimana patung mengisi ruang, apakah solid atau berongga.
    • Tekstur: Permukaan patung (halus, kasar, bergerigi).
    • Komposisi: Penataan elemen-elemen patung secara keseluruhan.
    • Makna dan Pesan: Apa yang ingin disampaikan seniman melalui karyanya.
    • Teknik dan Material: Bagaimana seniman menguasai bahan dan teknik yang digunakan.
    • Sudut Pandang: Bagaimana patung terlihat berbeda dari berbagai sisi.

    Memberikan kritik berarti memberikan penilaian konstruktif berdasarkan pemahaman seni dan estetika.

    Aktivitas Praktik: Menciptakan Patung Sederhana

    Untuk memahami lebih dalam, coba buat patung sederhana dengan langkah-langkah berikut:

    1. Konsep: Buatlah patung non-figuratif (abstrak) yang menggambarkan emosi tertentu (misalnya, 'kebahagiaan' atau 'kesedihan').
    2. Bahan & Alat: Gunakan plastisin atau tanah liat, dan alat butsir sederhana (bisa dari stik es krim atau sendok plastik).
    3. Proses:
      • Mulailah dengan membentuk gumpalan utama, lalu tambahkan atau kurangi bahan secara bertahap.
      • Perhatikan volume dan bagaimana patung terlihat dari berbagai sisi.
      • Gunakan butsir untuk menciptakan tekstur atau detail kecil.
    4. Refleksi: Setelah selesai, diskusikan dengan teman atau guru mengenai apa tantangan dan kesenangan selama proses berkarya.

    Kesimpulan

    Berkarya seni patung adalah perjalanan yang membutuhkan kesabaran, kreativitas, dan pemahaman akan material serta teknik. Dengan memahami konsep, jenis, teknik, dan prosesnya, kita dapat menciptakan karya seni 3D yang memiliki kekuatan ekspresi dan estetika. Mari terus bereksplorasi dan berinovasi dalam menciptakan seni patung yang inspiratif!

    Uji Pemahaman

    #1
    Apa karakteristik utama yang membedakan seni patung tiga dimensi dari karya seni rupa dua dimensi?
    #2
    Salah satu material lunak yang sering digunakan dalam teknik modelling untuk membuat patung karena kemudahannya dibentuk dan tidak memerlukan alat khusus yang rumit adalah...
    #3
    Teknik berkarya patung di mana seniman menghilangkan atau mengurangi bagian material dari sebuah balok bahan padat (misalnya batu atau kayu) hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan disebut teknik...
    #4
    Elemen seni rupa tiga dimensi yang merujuk pada wujud fisik suatu objek, memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi, serta dapat berupa bentuk geometris atau organik, adalah...
    #5
    Sebelum memulai proses memahat patung dari balok kayu, tahapan perencanaan yang paling krusial untuk menentukan arah bentuk dan detail karya adalah...

    Latihan Soal Lainnya?

    Akses bank soal seni_budaya Kelas 11 lengkap.

    Cari Soal