Nyepi, Hari Raya Suci umat Hindu, diisi dengan Catur Brata Penyepian (Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, Amati Lelanguan). Di tengah tuntutan pekerjaan dan gaya hidup serba cepat, seorang penganut Hindu merasa sulit untuk sepenuhnya melaksanakan Catur Brata, terutama Amati Karya (tidak bekerja) dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). Apa saran paling bijaksana agar ia tetap dapat meresapi makna Nyepi tanpa mengabaikan realitas hidup modern?