Sebuah perusahaan konstruksi multinasional sedang mengerjakan proyek besar di Indonesia. Tim proyek terdiri dari insinyur dan pekerja dari berbagai latar belakang agama (Katolik, Islam, Hindu, Buddha). Jadwal proyek sangat ketat, tetapi beberapa pekerja memerlukan waktu untuk ibadah di jam kerja atau merayakan hari raya keagamaan yang tidak termasuk libur nasional. Sebagai manajer proyek Katolik, bagaimana Anda akan mengimplementasikan dialog antaragama secara praktis untuk menjaga produktivitas sekaligus menghormati keyakinan semua karyawan?