Seorang supervisor produksi di pabrik manufaktur otomotif seringkali harus bekerja lembur dan di akhir pekan untuk memenuhi target produksi yang ketat. Istrinya sering mengeluh tentang kurangnya waktu bersama keluarga dan merasa terabaikan. Ia merasa terjebak antara tuntutan pekerjaan yang tinggi dan komitmen pernikahannya. Sebagai seorang suami dan ayah Katolik, solusi praktis apa yang paling tepat untuk masalah ini?