PT 'Surya Kencana' sedang menghadapi perselisihan internal antara departemen produksi dan departemen pemasaran terkait target penjualan dan kapasitas produksi. Setiap departemen bersikeras pada argumennya sendiri, menyebabkan deadlock. Untuk menyelesaikan konflik ini secara harmonis berdasarkan nilai-nilai Dharma, terutama yang berkaitan dengan keadilan dan harmoni sosial, pendekatan apa yang paling tepat?