PT Baja Lestari memproduksi lembaran baja dengan ketebalan target 2mm. Spesifikasi toleransi yang ditetapkan adalah 1.95mm hingga 2.05mm. Baru-baru ini, rata-rata ketebalan produksi bergeser menjadi 2.03mm, namun simpangan bakunya tetap rendah. Bagaimana pergeseran ini memengaruhi kapabilitas proses (process capability) dan risiko produk cacat?