Seorang perwakilan dari SMK Pusat Keunggulan sedang bernegosiasi dengan perusahaan industri untuk program magang siswa. Pihak industri menawarkan kuota magang yang lebih sedikit dari yang diharapkan SMK, dengan alasan keterbatasan mentor. SMK membutuhkan lebih banyak tempat magang untuk memenuhi kurikulum. Bagaimana perwakilan SMK sebaiknya merespons situasi ini untuk meningkatkan peluang siswa?