Tim produksi di sebuah pabrik makanan menghadapi target yang sangat ketat. Untuk mempercepat proses, seorang supervisor memutuskan untuk mematikan sensor keamanan pada mesin pengemas dan meminta pekerja mengoperasikan mesin secara manual dengan kecepatan tinggi, meskipun ini jelas melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Tindakan supervisor tersebut, jika dilihat dari kacamata manajemen risiko dan keselamatan kerja, paling tepat dianalogikan dengan paribasa Bali?